dakwatuna.com - Di pagi hari menjelang
siang, terlihat Pak Agus sedang mematut-matut diri di depan cermin, setelah
dirasa cukup rapi dan keren, Pak Agus yang biasa di panggil ayah oleh istrinya
langsung menyemprotkan parfum ke bajunya. Setelah itu Pak Agus pamit kepada
istrinya untuk pergi……
“Bu… Ayah pergi dulu ya, mau ada meeting nih.”
Bu Agus yang sedang sibuk di dapur lalu menghampiri
suaminya. “Memang hari Minggu gini kantor ayah ngga libur ya? Kenapa ngga besok
aja meetingnya yah, kan hari Minggu waktunya berkumpul bersama keluarga.”
Dengan wajah menahan kesal lalu Pak Agus menjawab,
“Ayah ada bisnis di luar kantor Bu, jadi ngga meeting di kantor, lumayan untuk
uang tambahan Bu… Udahlah ngga usah banyak tanya, nanti sore juga ayah pulang
kok.”
Seraya mencium tangan si ayah, Bu Agus berkata, “Ya
udah, hati-hati di jalan ya Ayah, Semoga Allah selalu melindungi Ayah.”
Setelah sampai di teras, Pak Agus melihat ban mobilnya
kempes, lalu dengan wajah kesal dia berkata, “Waduuuh ada-ada aja nih, orang
mau berangkat ban mobil pake acara kempes lagi… Huuuhh.”
Lalu Pak Agus kembali ke dalam untuk mengganti
pakaiannya yang rapi dengan kaos. Bu Agus yang tadi berada di samping Pak Agus
lalu segera mengambil kunci mobil dan membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan
dongkrak, ban mobil cadangan dan peralatan lainnya. Dengan cekatan Bu Agus
mendongkrak dan mengganti ban mobil yang kempes dengan ban cadangan. Sewaktu
muda dulu Bu Agus adalah sosok gadis yang mandiri, pergi kuliah dan kerja Bu
Agus selalu membawa mobil sendiri, dan dia juga belajar untuk mengganti ban
mobil sendiri apabila sewaktu waktu ban mobilnya kempes di jalanan,
Saat Bu Agus sedang mengganti ban, Pak Agus keluar
rumah bermaksud untuk mengganti ban mobilnya, tetapi ternyata dilihatnya
istrinya sedang mengganti ban mobil tersebut, lalu berkata, ”Loh, kenapa Ibu
yang ganti ban mobilnya? Kan tadi ayah masuk ke dalam mau ganti baju dulu lalu
setelah itu mau ganti ban mobil…”
Lalu Bu Agus dengan tersenyum berkata, “Gapapa ayah,
biar ibu yang ngerjain, toh Ibu udah biasa kok, udah ga asing lagi urusan
pekerjaan seperti ini hehehehe, ibu takut ayah terlambat pergi ke tempat
meeting…”
Tak lama kemudian ban mobil yang baru sudah terpasang,
lalu Bu Agus ke dalam untuk mencuci tangan.
“Kriiingg…. kriiiiingg….” bunyi telepon rumah
berdering, dengan bergegas Bu Agus mengangkat telepon rumahnya. Terdengar suara
seorang wanita yang menanyakan Pak Agus…
“Hallo selamat siang, bisa bicara dengan Pak Agus?”
Dengan lembut dan sopan Bu Agus menjawab,
“Assalamu’alaikum wrwb, selamat siang, maaf ini dari siapa ya?”
Wanita di seberang sana menjawab dengan nada mendesak…
“Saya temennya Pak Agus, tolong cepet dong saya mau bicara sama dia.”
Lalu dengan lembut Bu Agus menjawab… “Iya…. Sebentar
ya mba, Pak Agusnya saya panggilkan dulu…”
Lalu Bu Agus menghampiri suaminya di kamar yang sedang
mengganti pakaian….. “Ayah, ada telepon untuk ayah…”
Lalu Pak Agus menjawab… “dari siapa Bu?”
“Katanya dari temen ayah” jawab Bu Agus.
Segera Pak Agus mengangkat telepon tersebut. Baru saja
pak Agus mengucapkan salam, terdengar suara wanita di telepon marah-marah
kepada Pak Agus, lalu Pak Agus menjawab…. “Iya maaf…. sabar ya, kamu tunggu aja
di sana, sebab tadi aku ganti ban mobil dulu karena ban mobil ku kempes dan aku
ga denger suara HP ku bunyi…”
Lalu telepon segera ditutup. Dengan terburu buru tanpa
pamit lagi Pak Agus segera keluar rumah menuju mobilnya. Setelah di dalam
mobil, saat menstarter mobilnya, ternyata mesin mobil tidak mau hidup, berulang
kali dicoba distarter tetap mesin mobil tidak mau hidup. Lalu Pak Agus keluar
untuk mengecek aki mobilnya, ternyata aki nya sudah soak. Dengan kesal Pak Agus
menutup pintu mobil dengan membantingnya. Bu Agus kaget dan beristighfar
mendengar suara bantingan pintu mobil tersebut, lalu bertanya pada suaminya….
“Kenapa mobilnya ayah, aki nya soak ya?”
Dengan wajah kesal Pak Agus menjawab… “Iya.”
Lalu Bu Agus berkata, “Waduuh gimana dong yah, nanti
ayah terlambat meeting doong.”
Dengan wajah yang masih kesal lalu Pak Agus menjawab….
“Ya udah, hari ini ayah ga jadi meeting deh.”
Lalu Pak Agus masuk ke dalam seraya mengambil HP dan
menulis sms untuk seseorang.
Terdengar suara azan Zhuhur dari masjid memanggil
untuk segera melakukan shalat Zhuhur. Bu Agus mengajak suaminya untuk shalat
berjamaah, tapi dengan wajah muram suaminya berkata…. “Ibu duluan aja deh
shalatnya, nanti ayah nyusul sebentar lagi, mau istirahat dulu”, seraya
mengambil Koran dan mencoba untuk membaca Koran di teras rumahnya.
Sebelum mengambil wudhu Bu Agus menyiapkan segelas teh
manis dan sepiring pisang goreng, lalu diletakkan di meja dekat suaminya seraya
berkata…. “Ini… ibu buatkan teh manis dan pisang goreng kesukaan ayah, nanti
kalo udah selesai istirahatnya tolong segera shalat ya ayah…”
“Iya, terima kasih Bu…” jawab suaminya.
Setelah wudhu, Bu Agus melakukan shalat Zhuhur di
dalam kamar. Di dalam shalatnya dia berdoa….
“Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa ku dan dosa-dosa
suamiku, jadikanlah keluargaku menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan
warrahmah, limpahkanlah taufik dan hidayahMU bagi kami, lindungilah kami dari
godaan syaitan dan gangguan orang-orang yang zhalim, jagalah hati dan iman kami
agar selalu terpaut padaMU ya Allah. Lindungilah suamiku di manapun dia berada,
dan berilah rasa cinta kasih di antara kami berdua seperti cinta kasih antara
Adam dan Hawa, berikanlah keluarga kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan
jauhkanlah kami dari siksa kubur dan siksa api neraka Ya Allah yang Maha
Mengabulkan doa, terima dan kabulkanlah doa hamba, aamiin aamiin Yaa Rabbal
Alamiin…”
Sabda Rasulullah SAW: “Doa itu adalah ibadah.”
Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu
berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk
neraka jahanam dalam keadaan hina dina”
Di teras, Pak Agus yang terlihat sedang membaca Koran,
sebenarnya pikirannya tidak tertuju pada Koran yang dipegangnya. Terbayang
kembali olehnya saat melihat istrinya yang sedang mengganti ban mobilnya, sikap
manis serta sopan istrinya saat menerima telepon dari teman wanitanya dan rasa
khawatir istrinya karena takut suaminya terlambat meeting, serta sikap manis
dan hormat istrinya kepadanya selama ini. Dibandingkan dengan teman wanitanya
yang marah-marah hanya karena keterlambatannya dan bahkan kegagalannya untuk
datang ke tempat pertemuan mereka. Terselip rasa bersalah di hatinya karena
telah membohongi dan menzhalimi istrinya. Telah sebulan ini ia telah menjalin
sebuah hubungan khusus dengan seorang wanita yang dianggapnya pintar, cantik
dan seksi. Sebenarnya tidak ada keluhan sama sekali atau kekurangan istrinya di
matanya, namun entah kenapa dia tertarik dengan wanita teman sekantornya yang
mencoba menarik perhatiannya dan menggodanya….. “Astaghfirullahaladziim….”
Mungkin memang Allah tidak mengizinkan perselingkuhan
yang akan dilakukannya, terbayang kembali saat ia akan pergi, ban mobilnya
kempes, lalu dengan ketulusan dan keikhlasan istrinya ban mobil tersebut
diganti oleh istrinya, kemudian aki nya soak. “Hmmmm……berarti Allah benar-benar
tidak meridhai dengan apa yang akan aku lakukan, benar-benar tidak meridhai
kebohongan dan kezhalimanku kepada istriku….”
“Masya Allah….. Ya Allah ampuni lah dosa-dosa hambaMU
ini yang telah menzhalimi istriku yang baik, cantik dan shalihah, sungguh hamba
menyesal ya Allah.” Dalam hati dia berjanji untuk menghentikan
perselingkuhannya saat ini juga dan akan meminta maaf pada istrinya. Lalu
dengan bergegas Pak Agus ke dalam untuk mengambil wudhu dan melakukan shalat
Zhuhur. Di dalam shalatnya dia berdoa … “Ya Allah ampunilah atas semua
dosa-dosa dan kesalahanku, terima kasih telah Engkau kirimkan padaku seorang
bidadari cantik dari surga yang telah mendampingiku selama ini, ampuni hamba
yang telah menzhaliminya, kuatkan lah hati dan imanku ya Allah, agar hamba
tidak tergoda oleh bujukan syaitan dan orang-orang yang zhalim dan berilah rasa
cinta kasih antara aku dan istriku seperti cinta kasih antara Adam dan Hawa,
berikanlah keluarga kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami
dari siksa kubur dan siksa api neraka, aamiin Yaa Rabbal Alamiin..”
Doa adalah sebagai pelindung dan senjata kepada setiap
orang mukmin dari godaan dan hasutan syaitan serta dari kejahatan manusia. Lalu
setelah shalat, dengan penuh kasih sayang Pak Agus mencium kening istrinya
sambil berkata…. “Maafkan Ayah ya Bu, dan terima kasih telah menjadi bidadari
yang cantik dan shalihah untuk ayah selama ini.”
Dengan penuh kebingungan Bu Agus menjawab, “Iya Ayah,
terima kasih juga telah menjadi suami dan imam yang baik dan shalih selama
ini.”
Pak Agus dan Bu Agus adalah type keluarga yang
harmonis, beriman kepada Allah, berkecukupan akan harta dan memiliki sepasang
anak yang tampan dan cantik. Namun sesuai dengan firman Allah dalam surat Al
Ankabuut ayat 2 berikut ini:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”
Dan di dalam Surat Al-Kahfi ayat 7 yang artinya
sebagai berikut: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan apa yang ada di bumi
sebagai perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah di antara
mereka yang terbaik perbuatannya “.
Dalam cerita ini Pak Agus mendapat ujian dari Allah
atas komitmen dan kesetiaannya kepada Allah dan istrinya
Di dalam Surat Al Baqarah ayat 153 berikut ini: “Hai
orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Bu Agus dengan kesabaran dan keimanannya kepada Allah
selalu bersikap baik dan sabar kepada suaminya dan selalu berdoa kepada Allah
untuk kebaikan dirinya dan keluarganya di dunia dan akhirat. Berkat doa dan
kesabaran Bu Agus, akhirnya Pak Agus diberi kesadaran oleh Allah atas kesalahan
yang telah diperbuatnya selama ini.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20179/terima-kasih-telah-menjadi-bidadari-yang-cantik-dan-shalihah-untuk-ayah