Ciri Pertama,…>> terhadap masa lalunya ia tidak pernah menyesali atau kecewa berkepanjangan; masa lalu selalu disikapi dengan istighfar dan syukur. Permohonan ampun didasari atas kelemahan manusiawi diiringi dengan keyakinan bahwa Tuhan Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang; rasa syukur yang dilandasi atas kesadaran kuat bahwa betapapun beratnya cobaan & kesulitan, nikmat Tuhan selalu lebih banyak dibanding itu semua.
Ciri Kedua,..>> terhadap tantangan yang dihadapi saat ini selalu disikapi dengan antusiasme atau semangat pantang menyerah karena keyakinan bahwa terhadap setiap sebuah kesulitan selalu tersedia sekurang-kurangnya dua buah kemudahan. Cukuplah kesabaran dan ketekunan dalam usaha yang disertai dengan do’a dari kerendahan hati seorang hamba sebagai bekal, yang dalam bahasa Al-Qur’an: jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Ciri Ketiga … >>dari hadirnya kebahagiaan adalah bahwa terhadap ketidakpastian masa depan selalu disikapinya dengan optimisme. Jadikanlah kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai visi abadi kita dalam membangun kehidupan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar